Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘arie singawidjaya’

Fiksi  berjudul “Dilema”, ditulis oleh Yuke Neza dan Arie Singawidjaya. Bagi saya, yang disebut terakhir sangat istimewa. Buku ini dibuka dengan mengutip Pramoedya Ananta Toer “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama Ia tak menulis, Ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah”.

“Dilema”   bercerita tentang rumitnya kisah cinta antara empat tokoh tapi disajikan dengan gaya yang cukup ringan sehingga kita bisa menikmatinya dengan santai saja. Sekilas alurnya  terasa aneh dan kadang terasa agak dipaksakan. Mungkin karena cerita itu ditulis oleh dua orang yang berbeda sambung menyambung bergantian.

Justru catatan kaki dalam novel tersebut yang membuat saya geleng-geleng kepala. Catatan kakinya terlalu berat ketimbang isi ceritanya, mengingatkan saya pada seseorang yang saya kenal sangat baik.

Salah satunya menjelaskan tentang “Senandika” atau Solilokui yang dilakukan para tokoh dalam cerita tersebut. Senandika artinya wacana seorang  tokoh dengan dirinya sendiri untuk mengungkapkan perasaan atau konflik batin yang paling dalam dari tokoh tersebut. Senandika dikehidupan sehari-hari terjadi saat kita melakukan refleksi, kontemplasi, muhasabah atau introspeksi diri.

Selamat untuk Arie, kamu hebat luar biasa, telah berhasil merangkai ribuan aksara dan membukukan segala rasa.

==================

PS:

Maafkan jika aku terlalu lama. Pekerjaan yang harus kupelajari dan sayangnya,  aku tidak sepandai Arie. Begitu banyak buku yang ingin kubaca dan hal yang ingin kutulis tapi bertahun-tahun semua hanya tersimpan di almari.

Aku pernah berkata, kelak akan menyusulmu. Kita akan bersama bergandengan tangan menyusuri jalanan bersalju melewati pepohonan ditengah udara yang dingin membeku, sambil bercerita, tertawa-tawa, dan saling mengusap airmata  seperti dulu.

Namun seandainya itu tidak terjadi, aku hanya ingin kamu tahu, bahwa dalam hati dan pikiranku, kamu dan aku, kita berdua, akan selalu seperti itu.

=======

Bogor, March 2020

HDW

Read Full Post »