Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘negeri pelangi’

NEGERI PELANGI

Malam itu Ia tidak banyak bicara, lebih banyak diam, memandangi langit – langit  kamar.  Saya segera menutup buku dan menghampirinya lalu bertanya kenapa Ia  tidak banyak mengoceh seperti biasanya, apa yang tengah Ia pikirkan.

Adlina Widad (4 th), memeluk saya dan dengan sedih balik bertanya, kenapa semua manusia pasti mati?  Lalu ia berkata :  tidak ingin mati, dikubur dan disiksa Tuhan.

Saya tidak terlalu terkejut. Pada usia 3 tahun Ia berkali – kali bertanya : Jiwa itu apa, Jiwa adanya dimana,  Jiwa bentuknya seperti apa dsb. Hal – hal demikian sepertinya sangat menarik baginya dan sedikit mengherankan pada awalnya, mengingat saat itu Ia masih batita.

Saya pun menjelaskan padanya tentang manusia yang terdiri dari tubuh dan jiwa. Kehidupan tubuh sangat sebentar, bisa jadi jelek, tua, sakit, membusuk dan mati. Saat tubuh rusak dan mati maka tubuh dikuburkan. Tubuh mati tapi jiwanya yang indah lepas, kelak terbang ke negeri pelangi yang abadi. Di negeri pelangi kelak jiwa kita akan bertemu dengan Tuhan, malaikat, para nabi dan orang- orang yang kita sayangi. Semakin kita banyak berbuat baik, jiwa semakin indah dan perjalanan menuju negeri pelangi akan semakin mudah. Itulah kenapa kita harus selalu berusaha berbuat baik pada orang tua, teman, guru, semua orang disekeliling kita termasuk hewan dan tumbuhan.

Bahwa siksa kubur memang ada dan akan menimpa orang-orang yang keji dan tidak mau bertobat, kita harus percaya. Tapi Tuhan bukanlah maha penyiksa yang kejam dan mengerikan. Tuhan Maha Baik, Maha Agung, Maha Penyayang dan tidak mungkin merasa perlu menyiksa hambanya : Manusia itu tidak ada yang sempurna dan pasti berbuat  salah. Tuhan sangat mengasihi dan menyayangi hambanya, Maha lembut, Maha Pemaaf  dan Maha Kuasa. Sifat –sifat Tuhan sangat lah indah.

Penjelasan sederhana dan disertai beberapa shortcut itu, saya kira jauh lebih sesuai terutama untuk anak seusianya. Sepanjang saya menjelaskan, Ia menyimak dengan seksama dan terlihat begitu takjub, hingga akhirnya tersenyum lega.

Begitu banyak cerita – cerita tentang siksa Tuhan yang teramat dahsyat dan tak tertanggungkan di masyarakat. Sungguh saya tidak ingin Ia menjadi terasing dari proses yang membentuk dirinya karena pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab terus menerus menanamkan rasa horor  terhadap Tuhan dalam dirinya.

Biarkan ia tumbuh dan berkembang dengan penuh kerinduan pada negeri pelangi, pada keindahan yang maha indah. Keimanan tumbuh, lebih disebabkan oleh rasa kerinduan dan kebutuhannya terhadap Tuhan, bukan ketakutan.

Adlina putriku, dengan caranya sendiri, kelak akan menemukan : Hidup ini hanya sekejap mimpi, memang bukan disini tempatnya mencari kebahagiaan hakiki, karena ini bukan negeri pelangi.

Bogor, Februari 2011.

Hesty Dharmanita W

Read Full Post »