Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Q.S. An Nahl:68’

“And your Lord revealed to the bee’s…” (Q.S.An Nahl : 68)

 

Ada sebuah kisah dibalik perilaku saya yang selalu nyaris tiarap, setiap kali mendengar suatu yang berdengung. Pada suatu siang yang terik di Tahun 1988,  Saya (8th)  bersama  8 orang  anak  rata-rata berusia 8 th  sampai dengan balita, berkerumun di bawah pohon cengkeh di kebun Mbah Mardi. Semuanya memandang tidak berkedip pada sesuatu yang berbentuk bulat, seukuran bola kaki yang tergantung diam disalah satu dahannya.

Sebuah Sarang Lebah.

Semuanya masih terkesima memandangnya, saat Elis (13 th)  yang tertua diantara kami tiba-tiba mencetuskan sebuah ide yang brilian : “ AYO, KITA AMBIL MADUNYA!!” Lalu mengancam : “SEMUANYA NAIK KE POHON, AWAS KALO ADA YANG GAK NAIK, ENTAR GUA POLES *!”

Elis naik pertama, Saya persis dibelakangnya, kemudian Anto (7thn), dan menyusul setelahnya anak-anak lain hingga yang terkecil berusia 5 tahun.

Elis, Saya, dan Anto. Kami bertiga menyandang sebuah galah panjang. Kami bermaksud menjatuhkannya ke tanah dengan terus memukul-mukulnya. Tapi sarang lebah itu tidak kunjung jatuh, tetap diam ditempat. Seolah tiada kehidupan didalamnya. Setelah beberapa menit, Kami pun akhirnya menyerah dan menganggap tidak ada lebah yang tinggal disana, apalagi madu.

Kami sedang mulai turun, ketika muncul suatu suara berdengung yang aneh. Kami melihat keatas dan seketika merasakan ngeri yang amat sangat  saat menyaksikan satu demi satu lebah keluar dari sarangnya dan terus keluar hingga mencapai puluhan jumlahnya. Kami masih sempat melihat lebah-lebah itu membentuk sebuah formasi segitiga dengan seekor pemimpin diujung depannya, sebelum kami semua berteriak histeris dan  lari kocar kacir ke segala penjuru.

Dapat saya rasakan betapa lebah-lebah itu sangat murka. Akan sangat tragis apabila 8 anak – dari yang berusia 13 tahun hingga yang balita itu disengat oleh lebah lebah dewasa tersebut.  Tapi tidak demikian ceritanya.

Lebah – lebah  itu hanya mengejar  dan menyengat  tiga orang saja.

Tepat sekali. Elis, Saya, dan Anto.

Dengan jumlah sengatan sesuai posisi saat diatas pohon cengkeh dan tingkat kesalahannya.

Elis                 : 5 sengatan  (2 di punggung, 3 di kepala)

Hesty              : 3 sengatan (3 di kepala)

Anto                : 1 sengatan (1 di kepala)

Bagi saya pribadi, sulit  untuk digambarkan  bagaimana rasanya  disengat oleh  tiga lebah sekaligus di kepala. Kami bertiga bengkak-bengkak terkena racun lebah.

Cerita ini mungkin terdengar menggelikan. Tapi sesungguhnya merupakan salah satu catatan penting dalam sejarah kehidupan spiritual saya.

Sebuah pembuktian.

Read Full Post »